Senin, 31 Agustus 2015

Cara Membuat Pakan Lele Murah dan Menguntungkan

Semakin mahalnya pakan ikan tentu saja membuat para pembudidaya ikan air tawar, termasuk pembudidaya ikan lele harus memutar otak agar keuntungan tetap memuaskan. Salah satu caranya adalah dengan membuat pakan lele yang murah dan tetap memenuhi kebutuhan pakan lele hingga masa panen tiba.
Beberapa Pembudidaya Ikan yang biasa memberikan pakan komersial untuk budidaya ikan mendapat hasil yang mengejutkan setelah mengaplikasikan probiotik. Dengan menggunakan probiotik Pembudidaya Ikan mengaku bisa menekan FCR (Feed Conversion Ratio) dalam penggunaan pakan komersial hingga 1 kg untuk menghasilkan 1 kg Ikan. Selain itu penggunaan Probiotik juga bisa mempercepat waktu pemeliharaan.
Berdasarkan pengalaman dilapangan dengan menggunakan probiotik pertumbuhan ikan menjadi lebih cepat jika dibanding tanpa probiotik. Selain itu tingkat kematian ikan juga kecil serta daging ikan yang dipanennya menjadi lebih padat. Dengan probitotik bisa mendapatkan hasil panen lele dengan kualitas yang baik. Hal ini di indikasikan dengan pertumbuhan ikan lebih cepat sehingga dapat segera dipanen, ukuran ikan seragam, dan tidak bau lumpur atau tanah. Probiotik ini dengan mudah dapat diperoleh di toko pakan ternak dengan beberapa merk seperti : EM-4, Probiofish, Migro, Raja Lele dan lain-lain. Dengan campuran probiotik dan pelet ini membuat metabolisme dan pencernaan ikan sempurna. Sebagian besar, 90% pakan yang masuk ke tubuh akan menjadi daging ikan.
Namun aplikasi probiotik pada pakan ikan ini memang menuntut ketelatenan. Pasalnya pembudidaya ikan setiap hari harus melakukan pencampuran probiotik dengan pakan ikan. Pembudidaya Ikan sendiri melakukan pencampuran probiotik dengan pakan ikan ini saat pagi hari yang kemudian digunakan untuk pemberian pakan pagi dan sore hari.
Empat sak pakan (120 kg) membutuhkan 1 liter probiotik yang khusus digunakan untuk campuran pakan ikan. Meski membutuhkan biaya tambahan untuk pembelian probiotik namun Pembudidaya Ikan bisa mendapatkan keuntungan yang berlebih karena biaya pakan bisa ditekan. Para pembudidaya ikan yang sudah mengetahui cara pencampuran pakan dengan Probiotik dan Vitamin C yang benar biasanya semakin yakin untuk terus melakukannya.
Ada beberapa keuntungan pencampuran pakan dengan probiotik dan vitamin C ini, yaitu :
Penggunaan Pakan lebih Hemat
Karena setelah pakan direndam dengan probiotik dan vitamin C yang dicampur dengan Air dengan perbandingan 1 : 1, pakan bisa menjadi dua kali lipat jumlahnya. Hal ini karena pellet dicampur dengan air, vitamin dan probiotik dengan perbandingan Pakan dan Air 1 dibanding 1. Sehingga pakan 1 kg bisa menjadi 2 kg dan pakan 1 sak (30an kg) bisa menjadi 60 kg dengan pakan yang memuai.
Pakan bisa langsung dicerna oleh usus ikan
Perendaman pakan dengan air menyebabkan pellet menjadi lebih lembut dan lebih mudah untuk dicerna.
Tekstur Pellet lebih Lembut
Karena pellet sebelum direndam biasanya cenderung teksturnya lebih keras. Setelah perendaman teksturnya akan lebih lembut sehingga menjadi mudah untuk dicerna dan diserap nutrisinya oleh ikan.
Lebih menghemat energi bagi ikan
Dengan tekstur pakan sesudah direndam yang lembut ketika pakan ada didalam usus bisa langsung dicerna sehingga ikan tidak membutuhkan energi lebih untuk menghancurkan pellet ini. Pellet yang lembut ini bisa langsung diserap oleh saluran pencernaan ikan
Menambah Nutrisi pakan
Dengan penambahan Probiotik, saluran pencernaan ikan akan lebih baik karena probiotik ini bisa langsung diserap sekaligus didalam saluran pencernaan ikan ketika pakan dimakan oleh ikan. Didalam probiotik ini banyak mengandung bakteri yang menguntungkan bagi usus ikan. Begitu juga apabila dicampur dengan vitamin C, daya tahan tubuh ikan bisa meningkat.
Merangsang Nafsu Makan Ikan
Pakar dari Jurusan Perikanan UGM Ir Gandung Hardaningsih menguraikan, dari berbagai riset, probiotik memang terbukti bagus untuk pemeliharaan air kolam dan pemacu pertumbuhan ikan. Karena ada introduksi mikroba positif maka kolam menjadi lebih sehat dan ikan juga lebih kuat terhadap stres dan penyakit. Yang pasti, pertumbuhan ikan bisa sangat pesat karena probiotik juga merangsang nafsu makan.
  • Pertumbuhan ikan menjadi lebih cepat akibat nafsu makannya meningkat dan penyerapan pakan bisa lebih maksimal.
  • Tingkat kematian ikan juga kecil serta daging ikan yang dipanen menjadi lebih padat
  • Bagus untuk pemeliharaan air kolam sehingga air kolam tidak gampang bau karena lumpur diproses secara alami oleh bakteri menguntungkan yang terdapat dalam probiotik tersebut.

Cara Penggunaan Probiotik

Ada dua cara penggunaan probiotik yang bisa dimanfaatkan pembudidaya ikan untuk mendongkrak hasil kolam budidayanya yaitu:
Pertama : Digunakan didasar Kolam/diaplikasikan ke air kolam.
Probiotik selain menambah nutrisi pakan ikan juga bisa digunakan untuk menggemburkan tanah apabila diaplikasikan didasar kolam. Selain penggemburan dasar kolam ini probiotik juga bisa sekaligus memelihara kualitas air ketika kolam diisi air nanti. Terlebih lagi ketika probiotik ini juga diaplikasikan ketika ada air dikolam budidaya. Cara aplikasinya sangat mudah, probiotik ini cukup diguyurkan ke air kolam pada pagi hari setiap dua minggu sekali supaya air selalu sehat, tidak blooming dan penuh dengan plankton sebagai pakan alami.
Kedua: Dicampur ke Pellet (Pakan Ikan).
Pencampuran Probiotik dengan pellet selain untuk memacu pertumbuhan ikan sendiri sekaligus juga bisa membentengi dari kemungkinan terkena penyakit atau stres. Karena dengan pencampuran probiotik itu ke pakan, pakan pelet ini juga mengandung bakteri-bakteri menguntungkan dari probiotik tadi.
Selain pada budidaya pembesaran ikan, probiotik juga bisa digunakan pada pembenihan dan pembesaran lele. Dengan pemberian probiotik, pertumbuhan serta daya tahan lele menjadi jauh lebih baik dan tingkat kematiannya rendah.
Jadi demikian sekilas tentang pakan murah dengan probiotik. Probiotik ini diibaratkan sebagai benteng pertahanan diri bagi tubuh ikan sehingga sebaiknya diberikan sejak dini. Begitu bibit mau masuk kolam, tiga hari sebelumnya air kolam harus diguyur probiotik lebih dahulu agar kondisi air cepat matang dan tumbuh banyak plankton. Selanjutnya, pemberian probiotik untuk pemeliharaan air cukup dua minggu sekali atau ketika kondisi air menurun kualitasnya. Cara ini tentunya sangat bagus untuk dicoba, dan buktikan sendiri manfaatnya.
(sumber: deptan.go.id)

Tips Memilih Benih Ikan Lele Yang Baik

Untuk hasil panen yang baik dalam budidaya ikan lele, tentu saja kita harus memilih benih lele dengan kualitas yang baik yang merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan pembesaran ikan lele. Kualitas benih ikan lele yang akan dibudidayakan sangat menentukan kesuksesan budidaya lele. Jika terjadi kesalahan dalam memilih benih lele, maka bisa saja usaha budidaya lele akan mengalami kegagalan. Ada beberapa kriteria yang setidaknya harus kita ketahui sebelum membeli benih lele.
Berikut adalah beberapa tips singkat tentang cara memilih benih lele yang berkualitas.
1. Kesehatan (Amati Fisik dan Gerakannya)
Benih lele yang berkualitas memiliki ukuran tubuh yang proporsional (ukuran kepala dan tubuh seimbang), tidak cacat, tidak luka, sungut tidak pucat dan warna tubuh cerah dan mengkilap. Selain itu ciri benih lele yang sehat adalah gerakan aktif, lincah, tidak menggantung serta tidak bergerombol di pojok kolam.
2. Ukurannya Seragam
Ukuran benih lele yang tidak seragam akan mengakibatkan pertumbuhan lele menjadi tidak serempak. Ikan lele bersifat kanibal, jika lapar maka ikan lele yang berukuran besar akan memangsa lele lain yang ukurannya lebih kecil. Jika kita menghendaki ukuran benih 5 cm maka sebaiknya toleransi benih ukuran 4 cm dan 6 cm masing-masing tidak lebih dari 10 % populasi.
3. Riwayat Induk/Keturunan.
Berasal dari induk yang unggul. Bukan hasil pemijahan (perkawinan) dengan tingkat kekerabatan yang dekat (inbreeding).
4. Riwayat Penyakit
Ikan pernah sakit atau tidak? Jika benih lele pernah sakit tanyakan bagaimana kronologis dan cara penanganannya. Apakah menggunakan antibiotik, vitamin, atau probiotik, atau bahkan perlakuan teknis saja. Tidak disarankan menggunakan antibiotik dengan dosis berlebihan karena penyakit/bakteri akan bersifat kebal sehingga memerlukan dosis yang lebih tinggi.
Demikianlah 4 tips singkat tentang memilih benih ikan lele yang berkualitas untuk dibudidayakan, semoga berguna dan usaha pembesaran lele kita dapat berhasil dan memuaskan, amin.

Kolam Pembesaran Lele Super Intensif


Super intensif kini menjadi tren baru dalam pemeliharaan lele, khusunya pembesaran. Karena hewan ini bisa dipelihara dalam kepadatan tinggi. Meski dengan ruang gerak yang sempit, berdesak-desakan dan minim oksigen rupanya bukan masalah baginya, karena ikan yang tak bersisik ini mampu hidup dengan baik. Ini berkat alat pernapasan tambahan, yang disebut labirin, sehingga dapat mengambil oksigen lansung dari udara. Untuk menerapkan system ini diperlukan kolam yang ideal, terutama bila dilihat dari bentuk, luas, tinggi, dan kontruksi serta bahan pembuatnya.


Bentuk kolam sebaiknya bulat, seperti kolam-kolam di negara lain. Karena kolam bulat memiliki sirkulasi yang merata, dimana air bisa berputar ke seluruh bagian kolam. Namun kolam seperti itu tidak umum di Indonesia. Selain kurang indah dipandang dan boros lahan juga sulit dalam penataannya. Bila tidak bulat dapat dibuat dalam bentuk bujur sangkar. Karena bentuk ini hampir mendekati bulat. Sirkulasi airnya juga tidak jauh. Kolam bujur sngkar indah dipandang, tidak boros lahan dan mudah dalam penataannya.


Jangan terlalu luas. Selain repot dalam pengelolaan juga sulit dalam pengontrolan. Luasnya cukup dengan 10 m2 saja. Mengapa 10 m2 ? Agar mudah menghitung produksinya. Dalam kolam seluas itu, dapat ditebar 10.000 ekor benih lele ukuran 8 – 10 cm atau 10 – 12 cm. Bila dipanen dengan ukuran 10 ekor/kg, sebuah kolam dapat menghasilkan 1 ton lele konsumsi. Namun untuk mendapatkan angka 10 m3 sangat sulit, karena hasil perkalian bujur sangkar tidak tepat. Agar mendekati digunakan lebar dan panjang 3,2 m.


Kolam super intensif harus tinggi. Karena dalam system ini bukan atas dasar luas, tetapi volume air. Jika kolamnya pendek, maka volume airnya hanya sedikit. Kolam seperti ini tidak menyediakan ruang gerak yang cukup, padahal ikan yang ditebar dalam kepadatan tinggi. Sedangkan kolam yang tinggi dapat menyediakan ruang gerak yang lebih leluasa bagi pergerakan ikan. Tinggi kolam super intensif harus lebih dari 1 m, yakni antara 1,3 – 1,5 m. Meski kolam tinggi, tetapi tinggi air di awal pemeliharaan cuup dengan rata-rata 50 cm.


Kontruksi kolam. Ini soal paling penting. Ada beberapa bagian yang perlu diperhatikan. Dimulai dengan pematang. Bagian ini harus tegak atau tidak boleh miring. Sedikit kemiringan saja dapat mengurangi volume air. Selanjutnya pintu pembuangan. Karena berfungsi sebagai pembuangan, terutama kotoran dan sisa pakan, maka bagian ini harus dibuat di bagian tengah. Pada bagian ini dipasang saringan berupa paralon yang telah dilubangi. Agar semua kotoran dan sisa pakan menuju ke pintu pembuangan, maka dasar kolam harus miring ke tengah.


Jangan lupa dengan pintu pemasukan. Bagian ini sebaiknya dibuat dengan mengelilingi pematang, dan dipasang di bagian atasnya. Bahan yang paling praktis untuk membuat pintu pemasukan adalah pipa paralon 1 inci. Sekeliling pipa ini diberi lubang kecil, sebagai tempat mengeluarkan air, dengan jarak antara 10 – 20 cm.  Untuk mengatur debit air, dipasang kran. Lalu untuk mengatur ketinggian air selama masa pemeliharaan, dipasang paralon di bagian luar kolam, di atas saluran pembuangan. Pipa paralon itu bisa diputar-putar.



Sejarah Lele Sangkuriang

Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan air Tawar yang sudah dibudidayakan secara komersial oleh masyarakat Indonesia terutama di Pulau Jawa. Budidaya lele berkembang pesat dikarenakan  :
1) dapat dibudidayakan di lahan dan sumber air yang terbatas dengan padat tebar tinggi, 
2) teknologi budidaya relatif mudah dikuasai oleh masyarakat, 
3) pemasarannya relatif mudah dan 
4) modal usaha yang dibutuhkan relatif rendah.

Pengembangan usaha budidaya ikan lele semakin meningkat setelah masuknya jenis ikan lele dumbo ke Indonesia pada tahun 1985. Keunggulan lele dumbo dibanding lele lokal antara lain tumbuh lebih cepat, jumlah telur lebih banyak dan lebih tahan terhadap penyakit.Namun demikian perkembangan budidaya yang pesat tanpa didukung pengelolaan induk yang baik menyebabkan lele dumbo mengalami penurunan kualitas. Hal ini karena adanya perkawinan sekerabat (inbreeding), seleksi induk yang salah atas penggunaan induk yang berkualitas rendah
 Penurunan kualitas ini dapat diamati dari karakter umum pertama matang gonad, derajat penetasan telur, pertumbuhan harian, daya tahan terhadap penyakit dan nilai FCR (Feeding Conversion Rate).Sebagai upaya perbaikan mutu ikan lele dumbo BBAT Sukabumi telah berhasil melakukan rekayasa genetik untuk menghasilkan lele dumbo strain baru yang diberi nama lele "Sangkuriang".Seperti halnya sifat biologi lele dumbo terdahulu, lele Sangkuriang tergolong omnivora. Di alam ataupun lingkungan budidaya, ia dapat memanfaatkan plankton, cacing, insekta, udang-udang kecil dan mollusca sebagai makanannya. 
Untuk usaha budidaya, penggunaan pakan komersil (pellet) sangat dianjurkan karena berpengaruh besar terhadap peningkatan efisiensi dan produktivitas. Berdasarkan keunggulan lele dumbo hasil perbaikan mutu dan sediaan induk yang ada di BBAT Sukabumi, maka lele dumbo tersebut layak untuk dijadikan induk dasar yaitu induk yang dilepas oleh Menteri Kelautan dan Perikanan dan telah dilakukan diseminasi kepada instansi/pembudidaya yang memerlukan. Induk lele dumbo hasil perbaikan ini, diberi nama "Lele Sangkuriang". Induk lele Sangkuriang merupakan hasil perbaikan genetik melalui cara silang balik antara induk betina generasi kedua (F2) dengan induk jantan generasi keenam (F6). Induk betina F2 merupakan koleksi yang ada di Balai Budidaya Air Tawar Sukabumi yang berasal dari keturunan kedua lele dumbo yang diintroduksi ke Indonesia tahun 1985. Sedangkan induk jantan F6 merupakan sediaan induk yang ada di Balai Budidaya Air Tawar Sukabumi. Induk dasar yang didiseminasikan dihasilkan dari silang balik tahap kedua antara induk betina generasi kedua (F2) dengan induk jantan hasil silang balik tahap pertama (F2 6).Budidaya lele Sangkuriang dapat dilakukan di areal dengan ketinggian 1 m - 800 m dpi.